Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

RSS

Pages

Masalah sosial dalam pendidikan

Dampak Masalah Sosial Dalam Pranata Pendidikan Anak di Sekolah

Pendidikan adalah sarana penting bagi seseorang untuk mencapai sukses. Melalui pendidikan, seseorang juga akan dipacu untuk mengembangkan diri. Arah pengembangan diri itu pada hakikatnya mengarah pada panggilan untuk “menjadi manusia yang sesungguhnya”. Apa yang kami sebut sebagai manusia yang sesungguhnya adalah ketika seseorang dalam hidupnya, tidak berhenti untuk belajar. Atau dengan kata lain, meminjam istilah Aristoteles, “ manusia pada dasarnya memiliki hasrat untuk tahu” ( Every man has by nature desire to know) .
Namun, apakah panggilan yang dirasa mendesak ini, tanpa ada tantangan yang berarti? Tulisan ini, akan mengulas mengenai dampak masalah sosial yang terjadi di masyarakat bagi perkembangan pendidikan anak di bangku sekolah. Fokusnya adalah disorganisasi keluarga dan masalah peran pendidik dan bagaimana motivasi seorang siswa dalam merespon pendidikan yang ia peroleh di bangku sekolah.

Masalah Sosial dan Penyebabnya  
   Pemahaman tentang masalah sosial kerap dilihat sebagai bagian dari sosiologi, namun sesungguhnya kalau ditelaah lebih lanjut ternyata masalah sosial itu merupakan hasil dari proses perkembangan masyarakat. Apa yang disebut sebagai hasil dari proses perkembangan masyarakat itu sesungguhnya memaksudkan bagaimana masalah sosial itu merupakan akibat interaksi sosial antara individu, antara individu dengan kelompok, atau antar kelompok. Interaksi sosial berkisar pada ukuran nilai adat-istiadat, tradisi, ideologi, yang ditandai dengan suatu proses sosial.
Masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis, biopsikologis, dan kebudayaan. Setiap masyarakat mempunyai norma yang bersangkut paut dengan kesejahteraan, kesehatan fisik, kesehatan mental, serta penyesuaian diri individu atau kelompok sosial. Penyimpangan terhadap norma-norma tersebut merupakan gejala abnormal yang merupakan masalah sosial.

Masalah Sosial dan Dampaknya Terhadap Pendidikan Anak di Bangku Sekolah
Ada aneka masalah sosial yang dihadapi oleh sebuah masyarakat adalah kemiskinan, kejahatan, disorginasasi keluarga, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, peperangan, pelanggaran  terhadap norma-norma masyarakat, masalah kependudukan, masalah lingkungan hidup dan birokrasi.Masalah-masalah ini sungguh menjadi kenyataan yang tak bisa dihindari. Apakah masalah-masalah sosial ini, dapat membawa dampak bagi perkembangan diri seorang anak, khususnya bagi seorang anak sekolah yang sedang mengemban pendidikan di bangku sekolah?
Pertanyaan besar yang menggugah dan sekaligus menghantam kedalaman eksistensial manusia ini, akan berusaha kami jawab. Namun, kami tidak akan membahas satu persatu masalah-masalah sosial di atas. Fokus kami ada pada poin disorganisasi keluarga, masalah lingkungan hidup sekitar dan masalah generasi muda dalam masyarakat modern.

a.      Disorganisasi Keluarga
Keluarga adalah elemen terkecil dalam hidup bermasyarakat. Dari keluarga, seseorang bisa belajar banyak hal. Utamanya nilai yang didapat oleh seseorang dari keluarga itu sifatnya mendidik. Tak ada satu orang tua pun yang mengajari hal-hal yang kurang baik dalam keluarga kepada anaknya. Tentu kita dari sendirinya memiliki kesan bahwa seorang anak yang berasal dari keluarga itu adalah anak-anak yang berbakti. Dengan berbakti itu memaksudkan anak-anak yang adalah produk keluarga itu berada dalam ranah pendidikan yang tak bisa diragukan. Maka, satu harapan adalah bahwa ketika seorang anak “keluar dari rumah” untuk mengemban pendidikan di sekolah,  ia dari sendirinya bisa menampakkan nilai atau keutamaan yang diperoleh dari keluarganya dengan sebuah entusiasme yang besar.
Namun, dalam kenyataan sungguh tidak demikian yang terjadi. Mengapa? Sebab mungkin pandangan-pandangan tersebut adalah hanya milik keluarga-keluarga “mapan”. Bagaimana dengan kehidupan keluarga sederhana, yang dalam kesehariannya adalah hanya untuk mencari nafkah? Apakah ada waktu bagi keluarga ini, untuk menanamkan nilai-nilai yang membangun bagi perkembangan diri anak? Apa dampak lebih lanjut bagi seorang anak yang menjalani masa pendidikannya di bangku sekolah?
Pada hakikatnya anak yang berasal dari keluarga menengah ke bawah, ketika mengemban pendidikan di bangku sekolah, merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan anak-anak yang berasal dari keluarga menengah ke atas. Ada alasan yang mendasari pernyataan ini yaitu karena anak-anak yang berasal dari keluarga menengah ke bawah cenderung merasa minder. Rasa minder yang berlebihan dapat memperburuk  adaptasinya dalam pergaulan dengan sesamanya di sekolah. Komunikasinya pun terbatas pada orang-orang yang dekat dengannya.

b.      Masalah Lingkungan Hidup Sekitar
Lingkungan hidup sekitar sungguh berpengaruh bagi perkembangan pribadi seorang anak. Misalnya, anak yang hidup di tengah-tengah lingkungan yang terkenal dengan tindakan kriminalitas yang tinggi akan berbeda dengan anak yang tinggal di lingkungan yang aman. Potret kehidupan anak  yang tinggal di lingkungan yang tingkat kriminalitasnya tinggi itu dari sendirinya memengaruhi perkembangan dan proses belajarnya di sekolah. Anak akan cenderung mempraktikkan apa yang didapatnya di lingkungan tempat tinggalnya (Misalnya: merokok, minum minuman keras, dan lain sebagainya), ketimbang mengarahkan perhatiannya pada pelajaran yang mungkin dirasanya “tidak terlalu berguna”.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar